MUQADDIMAH
Assalaamu 'alaikum wr. wb.
Segala puji bagi Allah, tuhan yang
mengisi (memenuhi) hati para
walinya dengan kasih sayang-Nya,
dan mengistimewakan jiwa mereka
dengan memperhatikan
kebesaran-Nya, dan
mempersiapkan sir mereka untuk
menerima bahan makrifatNya
(mengenal pada-Nya), maka hati
nurani mereka merasa bersuka-ria
dalam kebun makrifat-Nya, dan
roh mereka bersuka-suka di alam
malakut-Nya, sedang sir mereka
berenang di lautan jabarut, maka
keluar dari alam fikiran mereka
berbagai permata ilmu, dan dari
lidah mereka mutiara hikmat/
pengertian. Maha Suci Allah yang
memilih mereka untuk mendekat
kepadaNya, dan mengutamakan
mereka dengan kasih sayangNya. Maka terbagi antara salik dan
majdzub, dan mencintai dengan
yang dicintai, mereka tenggelam
dalam cinta ZatNya dan timbul
kembali kerena memperhatikan
sifatNya.
Dan Sholawat dan salam atas
junjungan kita nabi Muhammad
SAW, sumber dari semua ilmu dan
nur, bibit dari semua makrifat
dan sir (rahsia). Dan semoga Allah
redha pada keluarga dan
sahabatnya yang tetap taat
mengikuti jejaknya. Aaamiin.
Amma ba'du :
Adapun dalam segala masa maka ilmu tasawwuf yang dahulunya atau hakikatnya ilmu tauhid untuk mengenal Allah, maka termasuk semulia-mulia ilmu terbesar dan tertinggi.
Sebab ia sebagai intisari daripada
syari'at. Bahkan menjadi sendi
utama dalam agama islam. Sebab
Allah telah berfirman :
"Dan tidaklah aku jadikan jin dan
manusia kecuali supaya mereka
mengenal Aku"
( QS. adz-dzaariyat : 56 )
Kerana pengertian ilmu tauhid,
telah berubah nama menjadi ilmu
kalam, ilmu filsafat yang sama
sekali, seolah-olah tidak ada
hubungannya dengan akhlaq dan
amal usaha, maka timbul nama
ilmu tauhid yang dijernihkan
kembali dari sumber asal yang
diajarkan dan dilakukan oleh Nabi
SAW dan sahabatnya.
Sebab dari ilmu inilah akan dapat
memancar nur hakikat, sehingga
dapat menilai semua soal hidup
dan penghidupan ini dengan
tuntunan dari Allah dan
pelaksanaan Rasulullah SAW.
Sedang kita Al-Hikam yang
disusun oleh Abul Fadhel Ahmad
bin Muhammad bin Abdul Karim
bin Abdurrahman bin Abdullah
bin Ahmad bin Isa bin Al-husain
bin Atha'Allah Al-Iskandary,
sehingga tampak benar bahawa ia
berupa ilmu ladunni dan rahsia
quddus.
Adapun had (definisi) ilmu
tasawwuf (tauhid) Aljunaid
berkata:
---> a. Mengenal Allah, sehingga
antaramu dengan Allah tidak ada
perantara (hubungan dengan Allah
tanpa perantara).
---> b. Melakukan semua akhlak
yang baik menurut sunnaturrasul
dan meninggalkan semua akhlaq
yang rendah.
---> c. Melepas hawa nafsu
menurut sekehendak Allah.
---> d. Merasa tiada memiliki
apapun, juga tidak dimiliki oleh
sesiapapun kecuali Allah.
Adapun caranya : yaitu mengenal
asmaa' Allah dengan penuh
keyakinan, sehingga menyedari
sifat-sifat dan af'aal Allah di alam
semesta ini.
Adapun gurunya : Maka Nabi
Muhammad SAW yang telah
mengajarkan melalui wahyu dan
melaksanakannya lahir batin
sehingga diikuti oleh para
sahabat-sahabatnya radiallahu
'anhum.
Adapun manfa'at nya : Mendidik
hati sehingga mengenal zat Allah, sehingga berbuah kelapangan dada, bersih hati dan berbudi pekerti luhur menghadapi semua makhluq.
Abul-Hassan Asysyadzili ra.
berkata: Perjalanan kami terdiri di
atas lima:
---> 1. Taqwa pada Allah lahir dan
batin dalam peribadi sendiri atau
di muka umum.
---> 2. Mengikuti Sunnaturrasul
dalam semua kata dan perbuatan.
---> 3. Mengabaikan semua
makhluk dalam kesukaan atau
kebencian mereka. (Yakni: tidak
menghiraukan apakah mereka
suka atau benci.)
---> 4. Rela (ridha) menurut
hukum Allah ringan atau berat.
---> 5. Kembali kepada Allah dalam
suka dan duka.
Maka untuk melaksanakan taqwa
harus berlaku wara' (menjauhi
semua yang makruh, syubhat dan
haram), dan tetap istiqamah
dalam mentaati semua perintah,
yakni tetap tabah tidak berubah.
Dan untuk melaksanakan
sunnaturrasul harus selalu
waspada dan melakukan budi
pekerti yang luhur.
Dan untuk melaksanakan tidak
hirau pada makhluk dengan sabar
dan tawakkal (berserah diri pada
Allah Ta'ala).
Dan untuk melaksanakan: Rela
(redha) pada Allah dengan terima
(qana'ah/tidak rakus) dan
menyerah.
Dan untuk melaksanakan: Kembali
kepada Allah suka duka dengan
bersyukur dalam suka dan
berlindung denganNya dalam
duka.
Dan semua ini berpokok pada 5:
---> 1. Semangat yang tinggi
---> 2. Berhati-hati dari yang
haram atau menjaga kehormatan
---> 3. Baik dalam berkhidmat
sebagai hamba.
---> 4. Melaksanakan kewajiban
---> 5. Menjunjung tinggi nikmat
Maka siapa yang tinggi semangat,
pasti naik tingkat darjatnya.
Dan siapa yang meninggalkan
larangan yang diharamkan Allah,
maka Allah akan menjaga
kehormatannya.
Dan siapa yang benar dalam
taatnya, pasti mencapai tujuan
kebesaranNya/kemuliaanNya.
Dan siapa yang melaksanakan
tugas kewajipannya dengan baik,
maka bahagia hidupnya.
Dan siapa yang menjunjung tinggi
nikmat, bersyukuri dan selalu
akan menerima tambahan nikmat
yang lebih besar
Abul-Hasan Asysyadzily ra.
berkata : "Aku dipesan oleh guruku
(Abdus-Salam bin Masyisy ra.):
Jangan anda melangkahkan kaki
kecuali untuk sesuatu yang dapat
mencapai keredhaan Allah, dan
jangan duduk di majlis kecuali
yang aman dari murka Allah yakni
yang bukan maksiat. Dan jangan
bersahabat kecuali kepada yang
dapat membantu berbuat taat
kepada Allah. Dan jangan memilih
sahabat karib kecuali orang yang
menambah keyakinanmu terhadap
Allah. Sedang yang sedimikian ini,
kini sangat jarang ditemui.
Sayyid Ahmad Al-Badawi ra
berkata: Perjalanan kami
berdasarkan kitab Allah dan
sunnaturrasul:
---> 1. Benar dan jujur
---> 2. Bersih hati
---> 3. Menepati janji
---> 4. Menanggung tugas dan
derita
---> 5. Menjaga kewajiban
Seorang muridnya yang bernama
Abdul-Aali bertanya : Apakah
syarat yang harus diperbuat oleh
orang yang ingin menjadi
waliyullah?
Jawabnya : Seorang yang benar-
benar dalam syari'at ada dua
belas tanda-tandanya:
---> 1. Benar-benar mengenal Allah (yakni mengerti benar tauhid dan mantap iman keyakinannya kepada Allah.)
---> 2. Menjaga benar-benar
perintah Allah.
---> 3. Berpegang teguh pada
sunnaturrasul SAW.
---> 4. Selalu berwudhu' (yakni bila
berhadas, segera memperbaharui
wudhu')
---> 5. Rela menerima hukum
qadha' Allah dalam suka dan duka
---> 6. Yakin terhadap semua janji
Allah
---> 7. Putus harapan dari segala
yang ada pada tangan makhluk
(manusia)
---> 8. Tabah, sabar menanggung
berbagai derita dan gangguan
orang
---> 9. Rajin mentaati perintah
Allah
---> 10. Kasih sayang terhadap
semua makhluk Allah.
---> 11. Tawadhu', merendah diri
terhadap yang lebih tua, atau
lebih muda.
---> 12. Menyadari selalu bahwa
syaitan itu musuh yang utama.
Sedang sarang syaitan itu dalam
hawa nafsumu dan selalu berbisik
untuk mempengaruhimu.
Firman Allah:
"Sesungguhnya syaitan itu
musuhmu, maka waspadalah
selalu dari tipu daya musuh
itu" ( QS. Al-Fathir : 6 )
Kemudian Ahmad Al-Badawy
melanjutkan nasihatnya : Hai
Abdul Aal, berhati-hatilah
daripada cinta dunia. Sebab itu
bibit dari segala dosa, dan dapat
merosak amal soleh.
Sebagaimana Sabda Nabi SAW
"Hubbud dunya ro'su kulli
khoo thii atin"
"cinta dunia itu pokok segala
kejahatan"
Sedang Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah selalu
menolong/membantu orang yang
taqwa, dan orang yang benar-
benar berbuat baik." ( QS. An-
nahl : 128 )
-
Orang boleh kaya dunia, tetapi
Nabi SAW melarang jangan cinta
dunia, seperti Nabi Sulaiman AS
dan para sahabat yang kaya, kita
harus menundukkan dunia, dunia
tidak boleh diletakkan dalam hati.
Hai Abdul-Aal : kasihanilah anak-
anak yatim dan berikan pakaian
kepada orang yang tidak
berpakaian, dan beri makan pada
orang yang lapar, dan hormatilah
tamu dan orang gharib (perantau), semoga dengan begitu anda diterima oleh Allah.
Dan perbanyakkanlah zikir, jangan
sampai termasuk golongan yang
lalai di sisi Allah. Dan ketahuilah
bahawa satu rakaat di waktu malam lebih baik dari seribu
rakaat di waktu siang, dan jangan
mengejek bala/musibah yang
menimpa seseorang.
Dan jangan berkata Ghibah dan
Namimah (menyebut keburukan
orang lain atau mengadu domba
antara seorang dengan yang lain).
Dan jangan membalas,
mengganggu pada orang yang
mengganggumu. Dan maafkan
orang yang aniaya padamu. Dan
berilah pada orang yang bakhil
padamu. Dan berlaku baik pada
orang yang jahat padamu. Dan
sebaik-baik manusia akhlak budi
pekertinya ialah yang paling
sempurna imannya. Dan siapa
yang tidak berilmu, maka tidak
berharga di dunia dan akhirat.
Dan siapa yang tidak sabar, tidak
berguna ilmunya. Siapa yang tidak
dermawan, tidak mendapat
keuntungan dari kekayaannya.
Siapa yang tidak sayang sesama
manusia, tidak mendapat hak
syafaat di sisi Allah SWT. Siapa
yang tidak sabar tidak mudah
selamat. Dan siapa yang tidak
bertaqwa, tidak berharga di sisi
Allah. Dan siapa yang memiliki
sifat-sifat ini tidak mendapat
tempat di syurga.
Berzikirlah pada Allah dengan hati
yang hadir (khusyu') dan berhati-
hati daripada lalai, sebab lalai itu
menyebabkan hati beku. Dan
serahkan dirimu pada Allah, dan
relakan hatimu menerima bala
ujian sebagaimana kegembiraanmu ketika menerima
nikmat dan kalahkan hawa nafsu
dengan meninggalkan syahwat.
Wallohu a'lam bish-showwaab...
Robbiy zidniy 'ilmaan, warzuqniy fahmaan...
Wa billahit-tawfiiq wal-hidaayah, war-ridhoo wal-'inaayah, wal-'afwu minkum wassalaamu 'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh...
Semoga bermanfa'at
